PENGARUH IMPLEMENTASI ASSESSMENT AUTENTIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

PENGARUH IMPLEMENTASI ASSESSMENT AUTENTIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

Oleh
Abdul Kadir Jaelani1, Sukainil Ahzan2, Saiful Prayogi3
Program Studi Pendidikan Fisika FPMIPA IKIP Mataram
1.      Praktisi Pendidikan
2.      Dosen Program Studi FPMIPA IKIP Mataram
3.      Dosen Program Studi FPMIPA IKIP Mataram

ABSTRACT : This research aimed to know effect implementation of authentic assessment toward student’s motivation and learning achievement physic class XI IPA of academic year 2015/2016. The kind of this research was experimental research. Design of this research used pretest and posttest  one group design, with population was all students of XI IPA at SMAN 1 East Praya. Sample of this research consist of two classes that is class XI IPA 2 as experimental group and class XI IPA 1 as control group which purposive sampling technique. Mean of pretest  as student learning achievement was 40,64 in experimental group and 41,71 in control group. Mean of posttest was 78,97 in experimental group and 64,23 in control group. Percentage of student’s learning motivation was increased 60,61 % (low) in experimental group became 82,38 % (high) and 62,9 % (low) became 75,7 (quite) in control group at a posttest. The data result used t-test. The result of t-test was 4,60 for motivation and 4,91 for learning achievement and t-table was 1,99 in 5 % level of significant with t-test > t-table and then Ha be accepted and Ho rejected. Can be concluded this research showed that there is effect as implementation of authentic assessment toward student motivation and learning achievement of physic at eleven year student of SMAN 1 East Praya.

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi assessment autentik terhadap motivasi dan hasil belajar Fisika siswa Kelas XI IPA Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Desain penelitian menggunakan pretest dan posttest one Group Design, dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Praya Timur. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Rata-rata nilai pretest hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut 40,64 dan 41,71 dan nilai posttest hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut 78,97 dan 64,23. Sedangkan untuk motivasi belajar siswa mengalami peningkatan. Persentase nilai tes awal motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut 60,61 % (rendah) dan 62,9 % (rendah) meningkat menjadi  83,28 % (tinggi) dan  75,7 % (cukup) pada tes akhir. Data ini kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan diperoleh thitung  untuk motivasi dan hasil belajar berturut-turut 6,04 dan 4,91 dengan ttabel 1,99, pada taraf signifikan 5 %. jika thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan ada pengaruh assessment autentik terhadap motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Praya Timur.

Kata Kunci : Assessment Autentik, Motivasi, Hasil Belajar.
PENDAHULUAN
Operasional pendidikan nasional telah dideskripsikan dalm peraturan pemerinah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewuudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum Negara kesatuan republik Indonesia. Lingkup standar nasional pendidikan meliputi delapan standar, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
Standar penilaian pendidikan yang tertuang dalam permendiknas No. 20 tahun 2007 memuat panduan teknis implementasi standar penilaian pendidikan ini meliputi konsep dasar penilaian, prinsip penilaian, teknik penilaian, prosedur dan mekanisme penilaian, serta pemanfaatan dan pelaporan penilaian hasil belajar. Prosedur penilaian oleh pendidik merupakan suatu kegiatan pendidikan yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang tepercaya yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dapat dikumpulkan melalui prosedur dan mekanisme penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan dinilai. Oleh sebab itu, penilaian hasil belajar lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh pendidik untuk memberikan keputusan tentang hasil belajar peserta didik berdasaran tahapan belajarnya. Salah satu model penilaian yang dimaksud adalah penilaian autentik.
Penilaian autentik (authentic assessment) adalah kegiatan menilai peserta didika yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tujuan kompetensi yang ada di standar kompetensi (SK) atau kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) (Kunandar, 2014). Sedangkan (Kurniasih, 2014) menyatakan penilaian auntentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komperhensip untuk menilai mulai dari masukan (input), proses dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap pengetahuan dan keterampilan. Assessment autentik meliputi assessment kinerja, proyek, produk, evaluasi diri, esay, dan portofolio. Karena assessment autentik (penilaian autentik) juga menyentuh aspek kognitif dan non kognitif maka seharunya juga dapat membangkitkan sikap-sikap atau daya penggerak dalam diri peserta didik sehingga dapat memperbaiki motivasi dan hasil belajar peserta didik.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti merasa terdorong untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Assessment Autentik Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Siswa”.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Eksperimen semu (Sugiyono, 2013) adalah penelitian dengan desain yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-tes dn postes one group design. Didalam penelitian ini dilakukan pengambilan data sebanyak dua kali yakni sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Oberservasi yang dilakukan sebelum eksperimen (O1) disebut pre-tes dan observasi yang dilakukan setelah eksperimen (O2) disebut pos-tes. Perbedaan antara O1 dan O2 diasumsikan merupakan efek dari treatmen atau eksperimen.
Populasi penelitian menurut (Suharsimi, 2006) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI di SMAN 1 Praya Timur. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah karekteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013). Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 di SMAN 1 Praya Timur. Tekinik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan keadaan tertentu.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil di kelas XI tahun pelajaran 2015/2016 di SMAN 1 Praya Timur. Dalam penelitian ini dilakukan pada dua kelas, yakni kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 33 siswa dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 31 siswa.
Data tentang motivasi belajar siswa diperoleh dengan cara memberikan angket motivasi belajar siswa bejumlah 15 dengan nilai maksimal 60. Adapun rekapitulasi dai hasil angeket motivasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Rekapitulasi Hasil Angeket Motivasi Belajar Siswa
Keterangan
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Tes Awal
Tes Akhir
Tes Awal
Tes Akhir
∑ N
31
31
33
33
Nilai Total
1170
1408
1205
1649
Rata-Rata
37,74
44,73
36,01
49,97
Persentase
62,9 %
75,7 %
60,85%
83,28 %
Kategori
Rendah
Cukup
Rendah
Tinggi

Berdasarkan tabel diatas hasil angket motivasi belajar pretest pada kelas kontrol diperoleh presentase sebesar 62,09 % pada kategori rendah mengalami peningkatan pada posttest yaitu dengan presentase  75,7 %  pada kategori cukup. Sedangkan pada kelas eksperimen, hasil pretest angket motivasi belajar diperoleh presentase sebesar 60,01 %  pada kategori rendah dan pada posttest diperoleh presentase sebesar 83,28 % pada kategori tinggi.
Data hasil belajar diperoleh dengan cara memberika soal tes hasil belajar siswa yang berjumlah lima soal dengan nilai maksimal 100. Adapun rekapitulasi dari hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel rekapitulasi Hasil Belajar Siswa
Keterangan
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Tes awal
Tes akhir
Tes awal
Tes akhir
Æ© N
31
31
33
33
Nilai total
1293
1991
1341
2606
Ra-rata
41,70
64,23
40,64
78,97
Kategori
Rendah
Cukup
Rendah
Tinggi

Berdasarkan tabel di atas hasil belajar rata-rata siswa pada kelas kontrol 41,70  pada kategori rendah mengalami peningkatan pada post tes sebesar 64,23 dengan kategori cukup. Sedangkan pada kelas eksperimen pada saat pre test mendapatkan nilai rata-rata 40,64 dengan kategori rendah mengalami peningkatan pada post test yakni 78,97 tinggi.
Uji Homogenitas pada pre-tes dan pos-tes hasil belajar dan motivasi belajar dilakukan dengan uji F dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Rekapitulasi hasil uji homogenitas hasil belajar
Nama Data
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
Fhitung
Ftabel
Kriteria Uji
N
Varian
N
Varian
Pretesthasil belajar
33
79,34
31
18,52
0,23
1,8
Fhitung<Ftabel
Homogen
Posttesthasil belajar
33
350,40
31
178,82
0,51
1,8
Fhitung<Ftabel
Homogen

Berdasarkan Tabel diatas dapat diketahui bahwa data hasil tes awal dan tes akhir hasil belajar sebelum dan setelah diberi perlakuan adalah homogen karena Fhitung pretest dan posttest lebih kecil dari pada Ftabel yakni 0,32 < 1,8 dan 0,51 < 1,8. Kriteria uji dapat dinyatakan homogen jika Fhitung < Ftabel dengan taraf signifikan 5 % atau 0,05. Sedangkan data motivasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut.
Rekapitulasi hasil uji homogenitas hasil belajar
Nama Data
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
Fhitung
Ftabel
Kriteria Uji
N
Varian
N
Varian
Pretestangket  motivasi belajar
33
5,695
31
8,3978
1,47
1,81
Fhitung<Ftabel
Homogen
Posttestangket motivasi belajar
33
12,28
31
12,72
0,96
1,81
Fhitung<Ftabel
Homogen

Berdasarkan tabel 4.5 diatas, dapat diketahui bahwa data hasil tes awal dan tes akhir motivasi belajar sebelum dan setelah diberi perlakuan adalah homogen. Hal tersebut nampak pada pretest diperoleh Fhitung < Ftabel yakni 1,41 < 1,81. Sedangkan pada postest diperoleh Fhitung < Ftabel yakni 0,96 < 1,81. Kriteria uji dapat dinyatakan homogen jika Fhitung < Ftabel dengan taraf signifikan 5 % atau 0,05.
Hasil uji normalitas data dilakukan dengan uji chi-kuadrat. Hasil uji normalitas pada data pos-tes hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut.



Tabel Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar
Kelas
X2hitung
X2tabel
Kriteria Uji
Eksperimen
5,62
11,070
X2hitung < X2tabel Maka data normal.
Kontrol
0,90
11,070
X2hitung < X2tabel Maka data normal.

Berdasarkan tabel diatas kriteria uji dapat dinyatakan normal jika memenuhi  syarat X2hitung < X2tabel dengan taraf signifikan 5 % atau 0,05. Hasil belajar pada penelitian ini diperoleh Xhitung < Xtabel, pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yakni 5,62 < 11,070 pada kelas eksperimen dan 0,90 < 11,070 pada kelas kontrol. Sehingga data hasil belajar fisika siswa pada penelitian ini terdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas untuk pos-test motivasi belajar dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Angket Motivasi Belajar
Kelas
X2hitung
X2tabel
Kriteria Uji
Eksperimen
4,35
11,070
X2hitung < X2tabel Maka data normal.
Kontrol
1,54
11,070
X2hitung < X2tabel Maka data normal.

Berdasarkan tabel 4.7 diatas kriteria uji dapat dinyatakan normal jika memenuhi  syarat X2hitung < X2tabel dengan taraf signifikan 5 % atau 0,05. Hasil motivasi belajar pada penelitian ini diperoleh Xhitung < Xtabel, pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yakni 4,35 < 11,070 pada kelas eksperimen dan 1,54 < 11,070 pada kelas kontrol. Sehingga data motivasi belajar fisika siswa pada penelitian ini terdistribusi normal.
Hasil uji hipotesis tes akhir untuk hasil belajar menggunakan uji-t sparated.  Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan antara kedua kelas sebelum dan setelah pembelajaran. Untuk data hipotesis diperoleh dari data pos-tes dikurangi dengan data pos-tes. Untuk data lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel  Rekapitulasi Hasil Uji Hipotesis Hasil Belajar
Jenis Data
thitung
ttabel
Kriteria Uji
Tes Akhir
4,91
1,99
thitung > ttabel, maka Ha diterima
Berdasarkan Tabel diatas hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t separated dengan taraf signifikan 0,5 %. dapat disimpulkan bahwa kemampuan kedua kelas terdapat perbedaan yang signifikan. Kriteria uji jika thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Karena thitung > ttabel yakni 4,91 > 1,99  maka Ha diterima dan Ho ditolak dan dapat disimpulakan bahwa ada pengaruh implementasi assessment autentik terhadap hasil belajar. Sedangkan untuk data uji hipotesis motvasi belajar dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel  Rekapitulasi Hasil Uji Hipotesis Motivasi Belajar
Jenis Data
thitung
ttabel
Kriteria Uji
Tes Akhir
6,04
1,99
thitung > ttabel, maka Ho diterima

Berdasarkan Tabel diatas hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t separated dengan taraf signifikan 0,5 % menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar siswa yang menggunakan model penilaian assessment autentik dengan penilaian tradisional atau ada pengaruh model assessment autentik terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari thitung > ttabel yakni 6,04 > 1,99.
Dilihat dari data diatas membuktikan bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan assessment autentik secara keseluruhan menunjukkan motivasi dan hasil belajar Fisika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan penilaian tradisional. Lebih tingginya perolehan yang didapat siswa dengan mengunakan penilaian autentik disebabkan karena penilaian autentik merupakan penilaian langsung yang proses peniliainya secara berkesinambungan, yang menilai input, proses dan output sehingga memacu siswa untuk selalu terlibat aktif disetiap proses pembelajaran agar mendapatkan penilaian yang diharapkan.
KESIMPULAN DAN SARAN.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data maka, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan assessment autentik berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar Fisika kelas XI di SMAN 1 Praya Timur tahun pelajaran 2015/2016. Hal tersebut dapat dilihat dari data peningkatan presentase motivasi belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut pada tes awal dari 60,83 % (rendah) dan 62,9 % (rendah) menjadi 83,28 % (tinggi) dan 75,7 % (cukup) pada tes akhir.  Sedangkan untuk nilai hasil belajar siswa setelah diberikan pretest dan post tes mengalami peningkatan dengan hasil berturut-turut untuk kelas kontrol 41,70 menjadi 64,23. Sedangkan untuk kelas eksperimen 40,64 menjadi 78,97
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, beberapa saran dapat dikemukakan oleh peneliti antara lain.
1.      Bagi siswa: diharapkan siswa leih meningkatkan minat dan kreatifitas dalam belajar Fisika dengan menggali kemampuan yang dimiliki.
2.      Bagi guru fisika: diharapkan bagi guru Fisika untuk mengimplementasikan assessment autentik sebagai salah satu variasi dalam mengajar.
3.      Bagi sekolah: diharapkan sekolah dapat menerima penelitian ini untuk dijadikan referensi dalam perbaikan pengajaran di sekolah.
4.      Bagi peneliti lainnya: diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan batasan masalah yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Suatu Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarakan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Press.

Kurniasih, I & Sani, B. 2014. Implementasi kurikulum 2013 konsep dan penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Permendiknas. No. 66 tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.




Comments

Popular posts from this blog

Makalah Regresi Linier Statistik Pendidikan

Makalah sejarah dan perkembangan linguistik historis komperatif

Makalah Sejarah Kincir Angin