RPP KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
RPP KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Satuan Pendidikan : SMA dan MA
Mata Pelajaran : IPA Fisika
Kelas : XII
Materi Pokok :Kesetimbangan
Benda Tegar dan Titik Berat Dinamika Rotasi
Sub Materi Pokok : Kesetimbangan
Benda Tegar
Alokasi Waktu : 1 x 30 menit
I.
STANDAR KOMPETENSI
Menerapkan konsep dan
prinsip mekanika klasik system kontinu dalam menyelesaikan masalah.
II.
KOMPETENSI DASAR (KD)
Memformulasikan hubungan
antara konsep torsi, momentum sudut, dan momen inersia berdasarkan hukum II
Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar.
III.
INDIKATOR
1. Menggunakan
konsep momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar.
2. Menerapkan
konsep titik berat dalam kehidupan sehari-hari
IV.
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setelah mengikuti
pembelajaran ini, siswa dapat :
1. Siswa dapat menggunakan
konsep momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar.
2. Siswa dapat menerapkan konsep titik
berat benda dalam kehidupan sehari-hari
V.
MATERI PEMBELAJARAN
Dalam cabang ilmu
fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika
ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :
a.
KINEMATIKA = Ilmu gerak
Ilmu
yang mempelajari gerak tanpa mengindahkan penyebabnya.
b.
DINAMIKA = Ilmu gaya
Ilmu
yang mempelajari gerak dan gaya-gaya penyebabnya.
c.
STATIKA = Ilmu keseimbangan
Ilmu
yang mempelajari tentang keseimbangan benda.
Untuk
cabang kinematika dan dinamika sudah dipelajari dikelas satu dan dua. Pada bab
ini kita akan membahas mengenai STATIKA.
dan benda-benda yang ditinjau pada bab ini dianggap sebagai benda tegar.
Definisi-definisi yang harus dipahami
pada statika.
a.
Keseimbangan / benda seimbang artinya :
Benda dalam keadaan diam atau pusat massanya bergerak dengan
kecepatan tetap.
b.
Benda tegar : adalah suatu benda yang tidak berubah bentuk
bila diberi gaya luar.
c.
Partikel : adalah benda dengan ukuran yang dapat diabaikan,
sehingga benda dapat digambarkan
sebagai titik dan gerak yang dialami hanyalah gerak translasi.
Momen gaya : adalah kemampuan suatu
gaya untuk dapat menyebabkan gerakan rotasi. Besarnya MOMEN GAYA terhadap suatu titik sama dengan perkalian gaya dengan
lengan momen.
Lengan momen : adalah panjang garis
yang ditarik dari titik poros sampai memotong tegak lurus garis kerja gaya.
Perjanjian tanda untuk MOMEN GAYA.
* Momen gaya yang searah jarum jam bertanda POSITIF.
* Momen gaya yang berlawanan arah jarum jam
bertanda NEGATIF.
d.
Koppel : adalah dua gaya yang sama besar tetapi berlawanan
arah dan memiliki garis-garis kerja yang berbeda.
Momen koppel terhadap
semua titik sama besar, yaitu : F . d
e.
Pasangan gaya aksi - reaksi.
W1 = Gaya
berat balok W2 = Gaya berat tali
Balok digantung dalam
keadaan diam pada tali vertikal.
gaya W1
dan T1 bukanlah pasangan aksi - reaksi, meskipun besarnya sama,
berlawanan arah dan segaris kerja.
Sedangkan yang merupakan
pasangan aksi - reaksi.
Macam - macam Keseimbangan.
Ada 3 macam
keseimbangan, yaitu :
a.
Keseimbangan translasi apabila benda tak mempunyai
percepatan linier ( a = 0 )
F = 0 dapat diurai ke
sumbu x dan y Fx = 0
dan Fy = 0
Fx =
Resultan gaya pada komponen sumbu x.
Fy =
Resultan gaya pada komponen sumbu y.
Benda yang mempunyai
persyaratan tersebut mungkin :
- Diam
- Bergerak lurus
beraturan.
b.
Keseimbangan rotasi, apabila benda tidak memiliki percepatan
anguler atau benda tidak berputar ( = 0 ) = 0
Benda yang mempunyai
persyaratan tersebut mungkin :
- Diam
- Bergerak melingkar
beraturan.
c.
Keseimbangan translasi dan rotasi, apabila benda mempunyai
kedua syarat keseimbangan yaitu :
F = 0
= 0
Dari macam-macam keseimbangan yang
telah kita ketahui tersebut maka dapat diperjelas denga uraian berikut ini
tentang :
SYARAT-SYARAT
SEBUAH BENDA DALAM KEADAAN SETIMBANG/DIAM.
a. Jika pada sebuah benda bekerja satu
gaya F.
Syarat setimbang :
Pada garis kerja gaya
F itu harus diberi gaya F’ yang besarnya sama dengan gaya F itu tetapi arahnya
berlawanan.
b. Jika pada benda bekerja gaya-gaya yang
terletak pada satu bidang datar dan garis kerjanya melalui satu titik.
Syarat setimbang :
1. Gaya resultanya
harus sama dengan nol.
2. Kalau dengan
pertolongan sumbu-sumbu x dan y, haruslah :
Fx = 0 ; Fy
= 0
c. Jika pada sebuah benda bekerja
gaya-gaya yang tidak terletak pada satu bidang datar tetapi garis-garis
kerjanya melalui satu titik.
Syarat setimbang :
Dengan pertolongan
sumbu-sumbu x, y dan z, haruslah :
Fx = 0 ; Fy
= 0 ; Fz
= 0
d. Jika pada sebuah benda bekerja
gaya-gaya yang tidak terletak pada satu bidang datar tetapi garis-garis
kerjanya tidak melalui satu titik.
Syarat setimbang :
Dengan pertolongan
sumbu-sumbu x dan y, haruslah :
Fx = 0 ; Fy
= 0 ; l = 0
Momen gaya-gaya boleh
diambil terhadap sebarang titik pada bidang gaya-gaya itu. ( titik tersebut
kita pilih sedemikian hingga memudahkan kita dalam menyelesaikan soal-soal )
* Perpindahan sebuah
gaya kesuatu titik yang lain akan menimbulkan suatu koppel.
Keseimbangan Stabil, Labil dan Indiferen
( Netral )
Pada benda yang diam
( Statis ) kita mengenal 3 macam keseimbangan benda statis, yaitu :
a. Stabil ( mantap /
tetap )
b. Labil ( goyah /
tidak tetap )
c. Indiferen (
sebarang / netral )
Contoh-contoh :
1.
Untuk benda yang digantung.
a)
Keseimbangan stabil : apabila gaya yang diberikan padanya
dihilangkan. Maka ia akan kedudukan semula. Sebuah papan empat persegi panjang
digantungkan pada sebuah sumbu mendatar di P ( sumbu tegak lurus papan ). Titik
berat Z dari papan terletak vertikal di bawah titik gantung P, sehingga papan
dalam keadaan ini setimbang stabil. Jika ujung A papan di putar sedikit
sehingga titik beratnya semula ( Z ), maka kalau papan dilepaskan ia akan
berputar kembali kekeseimbangannya semula. Hal ini disebabkan karena adanya
suatu koppel dengan gaya berat G dan gaya tegangan tali T yang berputar
kekanan. ( G = N ), sehingga papan tersebut kembali kekeseimbangannya semula
yaitu seimbang stabil.
b)
Keseimbangan labil : Apabila gaya yang diberikan padanya
dihilangkan, maka ia tidak akan dapat kembali ke kedudukan semula. Kalau titik
gantung P tadi sekarang berada vertikal di bawah titik berat Z maka papan dalam
keadaan seimbang labil Kalau ujung A papan diputar sedikit naik kekiri sehingga
titik beratnya sekarang ( Z’ ) di bawah titik beratnya semula ( Z ), maka kalau
papan dilepaskan ia akan berputar turun ke bawah, sehingga akhirnya titik
beratnya akan berada vertikal di bawah titik gantung P. Hal ini disebabkan
karena adanya suatu koppel dengan gaya berat G dan gaya tekanan ( tegangan tali
) T yang berputar kekiri ( G = T ), sehingga papan turun ke bawah dan tidak
kembali lagi kekeseimbangannya semula.
c)
Keseimbangan indiferen : Apabila gaya yang diberikan padanya
dihilangkan, maka ia akan berada dalam keadaan keseimbangan, tetapi di tempat
yang berlainan. Kalau titik gantung P tadi sekarang berimpit dengan titik berat
Z, maka papan dalam keadaan ini setimbang indiferen. Kalau ujung A papan di
putar naik, maka gaya berat G dan gaya tekanan T akan tetap pada satu garis
lurus seperti semula ( tidak terjadi koppel ) sehingga papan di putar
bagaimanapun juga ia akan tetap seimbang pada kedudukannya yang baru.
2.
Untuk benda yang berada di atas bidang datar.
a) Keseimbangan stabil :
Sebuah pararel
epipedum siku-siku ( balok ) diletakkan di atas bidang datar, maka ia dalam
keadaan ini seimbang stabil, gaya berat G dan gaya tekanan N yang masing-masing
bertitik tangkap di Z ( titik berat balok ) dan di A terletak pada satu garis
lurus. Kalau balok tersebut diputar naik sedikit dengan rusuk B sebagai sumbu
perputarannya, maka gaya tekanan N akan pindah ke B, dan dalam keadaan ini akan
pindah ke B, dan dalam keadan ini akan timbul suatu koppel dengan gaya-gaya G
dan N yang berputar ke kanan ( G = N ) sehingga balok tersebut kembali
keseimbangannya semula yaitu seimbang stabil.
b) Keseimbangan labil : Sebuah pararel
epipedum miring ( balok miring ) yang bidang diagonalnya AB tegak lurus pada
bidang alasnya diletakkan diatas bidang datar, maka ia dalam keadaan ini
setimbang labil, gaya berat G dan gaya tekanan N yang masing-masing melalui rusuk
B dari balok tersebut terletak pada satu garis lurus. Titik tangkap gaya tekanan N ada pada rusuk N.
Kalau balok tersebut diputar naik sedikit dengan rusuk B sebagai sumbu
putarnya, maka gaya tekanan N yang berputar kekiri ( G = N ), sehingga balok tersebut
akan turun kebawah dan tidak kembali lagi kekeseimbangannya semula.
c) Keseimbangan indiferen : Sebuah bola
diletakkan diatas bidang datar ia dalam keadaan ini seimbang indiferen. Kalau bola dipindah / diputar, maka gaya berat
G dan gaya tekanan N akan tetap pada satu garis lurus seperti semula ( tidak
terjadi koppel ), sehingga bola berpindah / berputar bagaimanapun juga ia akan
tetap seimbang pada kedudukan yang baru.
Kesimpulan.
Dari contoh-contoh di
atas dapat disimpulkan :
a.
Kalau sebuah benda yang dalam keadaan seimbang stabil
diadakan perubahan kecil, maka titik berat benda tersebut akan naik. ( sehingga
timbul koppel )
b.
Kalau pada sebuah benda yang dalam keadaan seimbang labil
diadakan perubahan kecil, maka titik berat benda tersebut akan turun. (
sehingga timbul koppel )
c.
Kalau pada sebuah benda yang dalam keadaan setimbang
indiferen diadakan perubahan kecil, maka titik berat benda tersebut akan tetap
sama tingginya seperti semula. (sehingga tidak timbul koppel).
Jenis gaya-gaya yang menyebabkan sebuah
benda/benda seimbang.
GAYA
LUAR ( gaya aksi )
GAYA
-
GAYA DALAM ( gaya reaksi )
- gaya tekanan / gaya tarikan
- gaya sendi / engsel
- gaya tegangan tali
- gaya gesekan / geseran.
VI.
MODEL PENGAJARAN
Pembelajaran
Kooperatif (Cooperative Learning/CL)
VII.
METODE PENGAJARAN
a.
Informasi
b. Tanya jawab
c.
Diskusi
VIII.
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
|
Kegiatan
Pendahuluan (± 10 menit)
|
||||||
|
1.
(Menyampaikan
Tujuan dan Memotivasi Siswa)
|
||||||
|
Aktivitas Guru
|
Aktivitas Siswa
|
|||||
|
Selamat Pagi
anak-anak.
|
Selamat Pagi Pak Guru
|
|||||
|
Bagaimana kabar kalian hari ini?
|
Baik Pak
|
|||||
|
Sebelum Kita
memulai pelajaran kita pagi ini, ada baiknya kita mulai dengan doa, bapak
minta salah satu dari kalian meminpin teman-temannya untuk berdoa
|
salah satu
siswa maju ke depan memimpin doa
|
|||||
|
Baiklah, pada
hari ini kita kembali bertemu lagi dalam mata pelajaran fisika, apakah
semuanya bersemangat untuk mengikuti pelajaran hari ini?
|
Menjawab
pertanyaan guru
|
|||||
|
Namun, sebelum
kita memulai pelajaran kita pada hari ini, Bapak ingin bertanya pada kalian,
mengapa sebuah tangga yang disandarkan pada dinding saat kita menaikinya,
tangga tersebut tidak tergelincir atau atau jatuh?
|
Menjawab
pertanyaan guru dengan berbagai jawaban
|
|||||
|
Jawaban kalian semuanya bagus, jawaban
yang benar akan kita ketahui setelah mempelajari materi hari ini, ada yang
tahu tidak hari ini kita akan belajar apa?
|
Siswa Menjawab
dengan berbagai jawaban
|
|||||
|
Nah, hari ini
kita akan belajar mengenai “Kesetimbangan
Benda Tegar” (sambil Menulis di Papan Tulis)
|
Siswa Menulis
|
|||||
|
Setelah
mengikuti pembelajaran ini, kalian diharapkan dapat :
Dapat menggunakan
konsep momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar
2)
Dapat menerapkan
konsep titik berat benda dalam kehidupan sehari-hari.
|
Mendengarkan
penjelasan guru
|
|||||
|
Kegiatan Inti (± 25 menit)
|
||||||
|
2.
(Menyajikan
Infomasi)
|
||||||
|
Baiklah,
sekarang kita akan masuk ke materi pada hari ini yaitu mengenai Kesetimbangan
Benda Tegar
|
Mendengarkan
apa yang disampaikan oleh guru
|
|||||
|
Guru
menyampaiakan materi mengenai Kesetimbangan Benda Tegar
|
Mendengarkan
apa yang disampaikan oleh guru
|
|||||
|
Memberikan
contoh soal tentang Kesetimbangan Benda Tegar dan meminta siswa maju ke depan
untuk menyelesaikan soal tersebut
|
Salah seorang
siswa maju ke depan dan menyelesaikan soal tersebut.
|
|||||
|
Menjelaskan
jawaban dari contoh soal yang telah di berikan
|
Memperhatikan
dengan seksama yang diterangakan oleh guru
|
|||||
|
3.
(Mengorganisasikan
siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar)
|
||||||
|
Nah, supaya
kalian lebih memahami materi hari ini, bapak akan memberikan kalian LKPD
untuk di kerjakan, tapi sebelumnya bapak akan membagi kalian menjadi beberapa
kelompok. Bapak akan membentuk kelompok secara heterogen, yaitu didalam
kelompok, antara kalian kemampuannya berbeda, sehingga nantinya kalian bisa
saling melengkapi pengetahuan yang kalian miliki. (Guru membagi siswa dalam
beberapa kelompok dan member nama setiap kelompok)
|
Siswa mengikuti
instruksi yang diberikan oleh guru.
|
|||||
|
Sekarang bapak
akan memebagikan LKPD dan silakan kalian mengerjakanya
|
Menerima LKPD
dan mendengarkan penjelasan guru.
|
|||||
|
4.
(Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar)
|
||||||
|
Nah, Setiap kelompok sudah mendapat LKPD,
sekarang silahkan di kerjakan LKPD nya,
waktunya 10 menit ya!
|
Mengerjakan
LKPD
|
|||||
|
Apakah
ada hal yang kalian tidak mengerti? (sambil berkeliling di setiap kelompok
utuk membimbing)
|
Menanyakan hal
yang tidak mengerti
|
|||||
|
5.
(Evaluasi)
|
||||||
|
Nah, waktunya
sudah habis, apakah sudah selesai semuanya dikerjakan? Pasti sudah ya,
skarang bapak minta beberapa kelompok untuk maju ke depan mengerjakan
soal-soal pada LKPD, bapak minta satu orang untuk mewakili kelompoknya
(menunjuk kelompok yang akan mengerjakan soal LKPD)
|
Beberapa siswa
maju ke depan mengerjakan LKS
|
|||||
|
Membenarkan apabila ada hal yang kurang dlam
mengerjakan
|
Memperhatikan
|
|||||
|
Kegiatan
Penutup (± 15 menit)
|
||||||
|
Tadi
Kalian sudah mengerjakan LKPD Secara berkelompok, skarang bapak ingin melihat
sejauh mana masing-masing kalian menangkap materi hari ini, maka dari itu
bapak akan memberikan soal evaluasi kepada kalian. Waktu kalian 5 menit untuk
mengerjakannya dan jangan menyontek ya, kerjakan menurut kemampuan kalian
saja
|
Mengerjakan
soal evaluasi
|
|||||
|
Nah,
waktunya sudah habis silahkan di kumpulkan jawaban kalian.
|
Mengumpulkan
jawaban
|
|||||
|
6.
(Memeberikan
Penghargaan)
|
||||||
|
Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
kinerjanya bagus.
|
Siswa bertepuk tangan
|
|||||
|
Menyimpulkan
materi pelajaran yang dipelajar bersama dengan siswa
|
Siswa
membuat kesipulan secara lisan dan menjawab pertanyaan motivasi
|
|||||
|
Nah
bapak kira pelajaran hari ini kita cukupkan sampai disini saja, selamat pagi
|
Selamat pagi pak..
|
|||||
IX.
SUMBER PEMBELAJARAN
Buku siswa:
Kesetimbangan Benda Tegar
X.
EVALUASI
1.
Seandainya benda-benda yang massanya mA = 20 kg
dan mB = 50 kg disusun sedemikian hingga terjadi kesetimbangan,
dengan tg q = ¾
Hitunglah mC jika lantai pada bidang miring licin
sempurna.
Hitunglah 2 kemungkinan jawab untuk mC jika
bidang miring kasar dengan koefisien gesekan statis 0,3
2.
Pada sebuah batang horisontal AC yang panjangnya 10 m
bekerja tiga buah gaya 3 N, 2 N dan 4 N seperti terlihat pada gambar ! Tentukan
:
a.
Resultan dari gaya-gaya tersebut.
b. Momen gaya yang bekerja pada
sumbu-sumbu yang melalui A, B dan C
c.
Letak titik tangkap gaya Resultannya.
3.
Sebutkan contoh –contoh penerapan kesetimbangan benda tegar
dalam kehidupan sehari-hari.
Mengetahui
Dosen Pengajar Pengajar
Dr. Andi Bustan, M.Si Wayan Susana
NIP 19621110 198810 1 001 ACB109050
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama kelompok :
Nama anggota :
1. Benda bermuatan listrik positif bila…….
a.
Kekurangan
elektron
b. Jumlah proton sama dengan jumlah
elektron
c.
Jumlah
neutron sama dengan jumlah proton
d. Kelebihan electron
2. Gaya tolak menolak terjadi antara dua
benda yang bermuatan
I. Positif dengan positif
II. Negatif dengan positif
III. Negatif dengan negative
IV. Positif dengan negatif
Jawaban yang benar adalah ………….
a.
I
dan II
b. I dan III
c.
III
dan IV
d. I dan IV
3. Perhatikan pernyataan berikut
1. Muatan listrik yang sejenis saling
menolak
2. Benda bermuatan positif bila jumlah
elektron lebih banyak dari pada jumlah proton
3. Muatan listrik yang tidak sejenis tarik
menarik
4. Benda bermuatan negatif jika jumlah proton lebih banyak dari pada
jumlah elektron
Sifat-sifat dari muatan listrik yang
benar sesuai pernyataan nomor…
a.
1
dan 2
b. 1 dan 3
c.
2
dan 3
d. 2 dan 4
Comments
Post a Comment